Bandar Lampung (Jurnalis) – MAN 1 Bandar Lampung menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026) di lapangan madrasah. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf ini berlangsung secara khidmat dan penuh semangat.
Di sela-sela upacara, ada momen penting yaitu pembacaan Teks Resolusi Jihad. Pembacaan teks ini mengingatkan kembali perjuangan para santri dalam membela kemerdekaan Indonesia, di mana mempertahankan tanah air hukumnya wajib bagi setiap umat Islam.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian amanat dari pembina upacara, Ahmad Saidi, M.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menyampaikan beberapa pesan penting. Pertama-tama beliau mengawali amanat dengan mengucapkan rasa syukur atas rahmat Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau juga memberikan penghormatan dan terimakasih kepada para guru dan tenaga kependidikan yang terus mendukung keberlangsungan proses pembelajaran di madrasah.
Beliau juga memberikan motivasi kepada kelas XII, beliau mendoakan agar semoga seluruh kelas XII diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam menghadapi ujian. Lalu kelas XI diingatkan untuk lebih fokus lagi belajarnya, karena sedang berada pada masa transisi. Dan untuk kelas X dihimbau agar segera beradaptasi di lingkungan madrasah.
Setelah itu beliau menyampaikan bahwa sekarang kita haruslah bersyukur, kita tidak perlu lagi mengangkat senjata seperti para santri dahulu dan para pejuang kemerdekaan. Cara kita mensyukurinya dengan taklim. Juga mengingatkan kepada kita bahwa membela tanah air adalah fardhu 'ain bagi setiap muslim yang mampu.
Di akhir amanatnya, beliau menyampaikan tiga poin penting untuk mencapai Indonesia emas, yaitu pertama pentingnya bekal ilmu, kedua rasa hormat kepada guru karena keberkahanilmu diraih dengan cara kita menghargai guru, dan ketiga peran kita sebagai santri yaitu dengan menguatkan bangsa menuju Indonesia emas.
Sebelum mengakhiri pembinaan, beliau memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tertib serta para petugas upacara yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Rangkaian kegiatan upacara kemudian ditutup dengan pembacaan Ikrar Santri oleh seluruh peserta dan diakhiri dengan doa bersama.
Kontributor: Gahesa/ Naswa/ Iqbal/ Kiara/ Carissa/ Rizki